Saya selalu berangan-angan terutama bila melihat gambaran kesusahan dan keperitan kehidupan.
Biar mereka hilang derita, biar bahagia menjelma tiba."
Sambil mata pejam rapat melayan minda yang sedang asyik menerawang alam khayalan. Alam angan-angan.
Alam impian! Membayangkan tangan yang kanan sedang menghulur bantuan,
sementara tangan yang kiri terlindung di belakang badan, tidak terlihatkan...
Namun, ada bisikan halus mengganggu..."Ah, engkau ini umpama Mat Jenin yang terlalu berangan-angan! Takkan kesampaian!
" Bisikan itu memaksa saya membuka mata.
Jiwa tertanya-tanya :Di manakah bezanya antara angan-angan Melayu Mat jenin dengan angan-angan mulia seorang mukmin?
Original by : Ustazah Noraslina Jusin (wifey of Ustaz Zaharuddin.Net)

No comments:
Post a Comment